agreementFasilitas Pembiayaan Koperasi memiliki persyaratan dan ketentuan sebagai berikut.

  1. Layanan pembelian barang dengan pembiayaan Koperasi diberikan kepada Anggota Koperasi yang sudah memiliki masa keanggotaan minimal 4 (empat) bulan dan tidak memiliki tunggakan kewajiban kepada Koperasi.
  2. Pembiayaan Koperasi didasarkan atas akad jual beli (Murabahah), dimana Anggota yang mengajukan (pemohon) harus menyampaikan barang yang ingin dibeli melalui Koperasi. Untuk mekanisme pembelian barang, koperasi dapat mewakilkan/mengkuasakan pembelian barang kepada pemohon dengan memberikan surat wakalah.
  3. Untuk pembayaran kepada Koperasi, Anggota memberikan kuasa kepada Bagian Keuangan STT-NF untuk melakukan pemotongan gaji sesuai besaran cicilan yang disepakati dalam akad, yang selanjutnya disetorkan ke rekening yang ditunjuk oleh Pengurus sebagai rekening Koperasi.
  4. Apabila karena sesuatu hal, pembayaran melalui pemotongan gaji tidak dapat terlaksana, maka Angggota wajib membayar langsung ke rekening yang ditunjuk Pengurus sebagai rekening Koperasi sesuai dengan waktu pembayaran yang disepakati dalam akad.
  5. Minimal pembiayaan melalui Koperasi adalah Rp. 500.000,- . Untuk Anggota Koperasi dengan masa keanggotaan kurang dari 1 (satu) tahun, maksimal pembiayaan melalui Koperasi adalah Rp. 2.000.000,- .
  6. Maksimal lama cicilan pembayaran adalah sebagai berikut.
    – Maksimal 6 bulan untuk harga barang sampai dengan Rp. 1.000.000,-
    – Maksimal 12 bulan untuk harga barang Rp. 1.000.001,- s/d Rp. 6.000.000,-
    – Maksimal 18 bulan untuk harga barang di atas Rp. 6.000.000,-
    – Atau ditetapkan khusus dengan persetujuan Ketua Koperasi
  7. Margin harga jual Koperasi adalah setara 1% dikalikan jumlah bulan cicilan. Dengan demikian:
    Harga jual koperasi = harga + ( harga * 1% * jumlah bulan cicilan)
    Besar cicilan perbulan = Harga jual koperasi / jumlah bulan cicilan
  8. Apabila terjadi pelunasan seluruh cicilan dipercepat, maka total pembayaran tetap sesuai dengan harga jual total yang disepakati di akad tanpa pengurangan. Hal ini sesuai dengan kaidah dari akad Murabahah.
  9. Pengurus Koperasi berhak menerima atau menolak pengajuan pembiayaan, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut.
    – Ketersediaan dana koperasi
    – Pemerataan manfaat ke Anggota yang belum memanfaatkan layanan
    – Keluasan manfaat kepada sebanyak-banyaknya Anggota yang membutuhkan
    – dan pertimbangan lainnya