rapat

Rapat Anggota

  1. Rapat Anggota adalah perangkat organisasi Koperasi yang memegang kekuasaan tertinggi.
  2. Rapat Anggota diselenggarakan oleh Pengurus, dihadiri oleh Anggota, Pengurus dan Pengawas.
  3. Rapat Anggota diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) tahun.
  4. Rapat Anggota Tahunan untuk mengesahkan pertanggungjawaban Pengurus diselenggarakan paling lambat 5 (lima) bulan setelah tahun buku Koperasi ditutup.
  5. Pemberitahuan kepada Anggota untuk menghadiri Rapat Anggota Tahunan dikirim oleh Pengurus paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum Rapat Anggota Tahunan diselenggarakan.
  6. Rapat Anggota Khusus dapat diusulkan Pengurus apabila terdapat keadaan yang mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenang pengambilannya ada pada Rapat Anggota.
  7. Rapat Anggota berwenang memutuskan hal-hal berikut.
    – Menetapkan kebijakan umum Koperasi;
    – Menetapkan Rencana Kerja Koperasi;
    – Menetapkan pembagian Selisih Hasil Usaha (SHU);
    – Menerima dan mengesahkan pertanggungjawaban Pengawas dan Pengurus;
    – Menetapkan keputusan lainĀ  yang dianggap perlu.
  8. Kuorum Rapat Anggota adalah 1/5 (satu perlima) dari jumlah seluruh Anggota.
  9. Keputusan Rapat Anggota diutamakan diambil berdasarkan musyawarah untuk mencapai mufakat.
  10. Apabila tidak diperoleh keputusan melalui cara musyawarah mufakat, keputusan diambil berdasarkan pemungutan suara terbanyak dari jumlah peserta yang hadir.
  11. Dalam pemungutan suara, setiap Anggota mempunyai satu hak suara.
  12. Hasil keputusan Rapat Anggota bersifat tetap dan mengikat kepada semua Anggota Koperasi.

 

Rapat Anggota Luar Biasa

  1. Rapat Anggota Luar Biasa dilaksanakan apabila terdapat keadaan luar biasa yang mengharuskan adanya keputusan segera yang wewenang pengambilannya ada pada Rapat Anggota seperti kekosongan kepengurusan, penggabungan, peleburan, atau pembubaran.
  2. Penyelenggaraan Rapat Anggota Luar Biasa dilakukan atas prakarsa Pengurus atau Pengawas atau atas permintaan paling sedikit 1/5 (satu perlima) jumlah Anggota.
  3. Rapat Anggota Luar Biasa mempunyai wewenang yang sama dengan wewenang Rapat Anggota.
  4. Rapat Anggota Luar Biasa yang diselenggarakan untuk memutuskan penggabungan, peleburan, atau pembubaran Koperasi dianggap sah apabila mencapai kuorum dihadiri oleh paling sedikit 3/4 (tiga perempat) jumlah Anggota dengan hasil keputusan dianggap sah apabila disetujui oleh paling sedikit 2/3 (dua pertiga) jumlah suara yang sah.